Jadikan Liburan Kita Berpahala
Desember 24th, 2010 by Farid Tri Wicaksono“Libur telah tiba, libur telah hore-hore….” kayakknya lagu itu deh yang paling tepat dinyanyiin kalau pas masuk liburan kayak gini. Liburan kenaikan kelas adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua siswa. Ya,iyalah liburnya lebih lama, 2 minggu pren. Enaknya buat apa ya kalau liburan? Banyak temen-temen kita yang udah buat jadwal wisata saat liburan ada yang ke Jakarta(Ancol), ada yang ke puncah ada yang di rumah aja(waduh kacian banget gak kemana-kemana hehehehe) dan masih banyak lagi deh rencana-rencana wisatanya. Jujur ana nih kalau si penulisnya juga kebingungan ngisi liburan kemana yang bisa bermanfaat dan tidak melalaikan ke kewajibannya. Hehehehe
Temen saya sih ada yang sudah ke Pare belajar Bhs Inggris sambil liburan ada juga yang Cimari ikut islamic camp. Enak ya liburannya bisa menambah ilmu. Eh kalau saya sih ada tips-tips dan kriteria tersendiri dalam ngisi liburan. Sebagai seorang muslim tentunta kita tak boleh meninggalkan syariat Allah ketika bertamasya. Seperti saat berwisata saking asyiknya melupakan shalat wajibnya. Kemudia yang biasanya shalat dhuha gak pernah telat eh pas liburan juga ikut libur. Atau bagai yang perempuan, pengalaman pribadi gak jauh dariku temen sekelasku sendiri yang biasaynya pake’ kerudung eh pas liburan ke mana gitu mahkota pelindungnya dibuka. Wah kalau begitu liburannya gak malah dapat berkah malah dapat sebaliknya dosa.
Begini sobat, Islam itu sebenernya juga mengatur masalah kita untuk bertamasya sebagi refreshing kita. Ya gak mungkinlah 1 tahun penuh sibuk kerja terus tentu ada waktu beberapa hari untuk menenangkan dan merilekskan pikiran kita. Tapi dalam liburannya jangan sampai melalaikan kewajiban kita. Sebagi umat muslim tentu adalah berdakwah yang hukumnya wajib. Mengatakan yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Itu adalah yang utama. Sebagimana dalam sebuah hadist Rosulullah: Ustman bin Madh’un datang kepada Nabi Saw, seraya bertanya, “ apakah engkau mengizinkanku untuk melakukan pengibirian’. Rosul bersabda,’Bukan termasuk golonganku orang yang melakukanpengibirian dan meminta untuk dikebiri, sesungguhnya pengibirian umatku adalah berpuasa’. Utsman bertanya lagi:,’ Wahai Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk melakukan tamasya?’. Rosul bersabda,’Tamasya umatku adalah berjihad dijalan Allah’………..(lalu Ustman bertanya lagi) “Hadist diriwayatkan oleh [Ibnu Al Mubarok, hal 290 no. 845]
Dari sini kan Rosulullah mengatakan tamasya umat islam adalah berjihad dijalan Allah. Yang salah satunya mencegah dari kemungkaran dan mengatakan yang Ma’ruf. Itu lebih utama.jadi kalau tamasya gak bisa melakukan itu ya tau sendiri kan hadistnya. Read the rest of this entry »
Acara bertajuk mencari bakat anak-anak Indonesia sedang menjamur sekarang ini. Hampir semua stasiun TV berlomba-lomba menggelar acara yang mirip satu sama lain. Indonesia Mencari Bakat yang diselenggarakan oleh Trans TV muncul lebih dulu dan menyedot banyak perhatian permirsa. Tak lama kemudian, nongol Indonesia’s Got Talent, sebuah acara yang mendapat lisensi dari Fremantle Media. Isinya persis plek dengan America’s Got Talent, Britain’s Got Talent, dll.

Budayawan Umar Kayam pernah nulis buku, “Mangan ora Mangan Kumpul”. Ini memang diambil dari kultur masyarakat Jawa secara umum di masa lalu, bahwa makan tidak makan yang penting ngumpul. Artinya, dalam kondisi apapun, baik susah maupun senang tetap kumpul bersama keluarga. Makan itu simbol bahwa kita senang. Nggak makan perlambang kalo kita susah. Jadi, apapun kondisinya, sing penting ngumpul, rek!